Bikin Baper Inilah 7 Puisi Suara Cerita Yang Wajib Kamu Dengar

Bikin Baper Inilah 7 Puisi Suara Cerita Yang Wajib Kamu Dengar
Beberapa tahun lalu bisa dibilang jamannya soundcloud merajai platform digital yang disukai musisi Indie yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi konten berupa audio. Adapun konten yang dishare bisa dinikmati pengguna soundcloud seluruh dunia. Sebagai pendangar, ia bisa melakukan reaksi terhadap konten berupa like dan komen.

Penulis sendiri sangat menyukai soundcloud dimana disana penulis sering menemukan lagu-lagu dari musisi profesional, musisi coveran sampai musisi kamaran.. Selain berbagi musik, soundcloud juga dijadikan platform andalan bagi yang suka berpuisi, salah satunya adalah Suara Cerita.


Membahasakan Kata-kata dengan suara ala Suara Cerita

Apa itu Suara Cerita?

Suara cerita adalah sebuah sinergi antara dua kota, Yogyakarta dan Medan dengan proyek kolaborasi yang diinisiasi antara penulis yang bernama Kurniawan Gunadi yang juga pemilik studio Langit-langit dan dokter gigi yang bernama Alfina Subiantoro. Sebagian karya suaracerita juga dimuat dalam buku Hujan Matahari karya Kurniawan Gunadi.

Berkolaborasi pada Februari 2014, suaracerita bukanlah musikalisasi puisi, tapi upaya untuk membahasan kata-kata dengan suara, seperti membaca sebuah cerita. Dimana kita semua bisa duduk manis mendengarkan dan pelan-pelan menangkap maknanya.

*) keterangan diatas diambil pada profil suara cerita di soundcloud


Kumpulan Puisi Suara Cerita yang menjadi favorit penulis

Penulis sendiri suka sama suara cerita sejak lama, menemukannya di soundcloud karena ya penulis suka berjelajah di soundcloud. Jika menyelam lebih dalam di soundcloud, dijamin akan lupa daratan. Puisi ini dijamin memotivasi kamu, membuat kamu merenung, nangis, sedih, bahagia, dan berharap. Ada beberapa puisi yang penulis sukai, apasajakah itu? Check this out

1. Puisi Suara Cerita - Biru (Beneran bikin gue nangis, cowok nangis? gpp lah)


Namanya Biru. iya, seperti nama sebuah warna. Biru adalah seorang gadis kecil dengan rambut diikat seperti ekor kuda. Lari kesana kemari seolah-olah tidak pernah merasa lelah.

Biru tidak pernah mengerti bila ibunya telah tiada. Biru hanya tahu bahwa ibunya tidur dan dibawa pergi dengan ambulan. Biru terlalu muda untuk memahami bahwa ibunya tidak akan pernah bangun lagi. Tapi Biru tidak pernah bertanya-tanya. Ia terus bermain sepanjang hari dengan bahagia. Namanya juga anak-anak.

Biru tidak pernah menangis. Hampir tidak pernah. Biru selalu tersenyum saat ayahnya memanggil, selalu menggandeng tangan ayahnya bila berjalan, Biru tidak pernah membuat ayahnya khawatir. Terlebih khawatir bila Biru menanyakan keberadaan ibunya yang sudah tiada.

Itu yang kusaksikan sepanjang hidupku hingga hari ini. Lambat laun, seiring usianya, Biru akan mengerti bahwa ibunya telah mati. Ayahnya pun tidak pernah menikah lagi sejak kematiannya, kesetiaannya benar teruji.

Biru yang sedari kecil tidak pernah kulihat menangis, malam ini untuk pertama kalinya ia menangis. Malam selepas siang tadi kami melakukan akad. Biru bertanya kepadaku sambil menatapku lamat-lamat.
"Kak, boleh aku memelukmu dan menangis?" ucap biru begitu dalam.

Aku hanya mengangguk. Masih dalam busana pengantin. Biru memeluku sampai hampir 3 jam dan menangis, tanpa kata-kata hingga dia lelah menangis. Aku hanya menahan pelukannya, membiarkan dia melepaskan semua bebannnya.

Saat itu aku tahu bahwa Biru menyimpan kesedihannya. Ia mengerti bila ibunya telah mati, tapi dia tidak ingin membuat ayahnya sedih. Ia tidak pernah bertanya tentang dimana ibunya meski ia ingin sekali bertanya. Ia takut melihat ayahnya sedih. Aku baru tahu tentang semua itu, malam ini.

Biru memberikanku buku yang sangat tebal. Itu adalah buku hariannya sejak kecil. Aku diminta untuk menyimpannya, karena banyak hal darinya ada di dalam buku itu dan aku telah menjadi bagian dari hidupnya. Malam itu Biru bercerita banyak sekali, tentang hal-hal yang tidak pernah dia bagikan kepada siapa pun termasuk ayahnya.

Biru, gadis kecil yang dulu selalu berusaha aku buat menangis. Ku usili setiap hari, ku sembunyikan sandalnya saat mengaji, ku tarik-tarik rambut ekor kudanya. Dan aku menyerah karena tidak pernah bisa membuatnya menangis. Hari ini dia menangis dipelukanku. Menangis karena bahagia.


2.  Puisi Suara Cerita - Mewujudkanmu (Bikin kejombloanque bertanya, "kapan kita akan dipertemukan?")

Ternyata, mewujudkanmu tidak semudah apa yang aku sangka selama ini. Tidak semudah apa yang aku pikirkan. Bahkan dengan usahaku yang demikian, sampai saat ini kamu belum bisa aku wujudkan. Harus jatuh berdebam, harus tertolak, harus kembali menata hati yang berantakan, perasaan yang tak terdefinisi, harus memahami ulang definisi tentang kamu.

Bahwa kamu ternyata tidak bermakna “kamu” sebagaimana aku pahami selama ini. Ada banyak kemungkinan tentang siapa kamu bagi Tuhan, sesuatu yang dirahasiakan dan tidak pernah aku mendapat bocoran.

Mewujudkanmu ternyata benar-benar menguras perasaan. Perjalanan ke sana membuatku harus patah berkali-kali, harus membangun kembali apa sesuatu yang baru, harus mengenali kembali definisi-definisi baru dalam hidup ini; kamu, menunggu, yang terbaik, dan banyak kata-kata lain yang seolah-olah berubah makna setiap kali aku menemui peristiwa.

Mewujudkanmu kali ini menjadi lebih pasrah, lebih berserah, bahwa aku sungguh benar-benar mengakui bahwa aku tidak benar-benar tahu yang terbaik untuk diriku sendiri. Aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik, tapi tidak tahu tentang yang terbaik.

Mewujudkanmu kali ini lebih berserah, berserah tentang definisi kamu yang kini aku tidak tahu. Tentang kamu yang tidak pernah aku sangka, kamu yang tidak pernah aku kira, kukira demikian yang akan terjadi.

Hari ini, aku akan menenggelamkan diri dalam tujuanku. Karena, aku masih percaya bahwa tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tentu bila yang dimaksud dengan kamu sedang menuju tujuan yang sama, kita akan bertemu. Itu keniscayaan.


3. Puisi Suara Cerita - Suatu Hari Nanti (dan ruang hati seseorang yang layak untuk ditinggali adalah ia yang datang di hari akad. Selainnya hanyalah ujian kesabaran)

Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya untuk membuat tertarik. Cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Cukup bijaksana pikirannya untuk kamu ajak bicara.

Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang, tetap jadilah diri sendiri. Kamu pun tidak (dan jangan) menuntut orang lain menerima keadaanmu bila ia memang tidak mampu menerimanya. Karena yang baik belum tentu tepat.

Orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat. Selebihnya hanyalah ujian. Kamu tidak pernah tahu siapa yang tepat sampai datang hari akad. Tetaplah jaga diri selayaknya menjaga orang yang paling berharga untukmu. Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya.

Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luas hatinya untuk kamu tinggali. Cukup kuat kakinya untuk kamu ajak jalan bersama. Lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup.


4. Puisi Suara Cerita - Bagaimana Bila Kamu yang Membuatku Jatuh Cinta (Eh kenapa gue menjaga diri dari curhatan wanita? Ya takut jadi cinta. wkwkwkwk) Bagaimana Bila Kamu yang Membuatku Jatuh Cinta

Coba dengar,

Selama ini kamu bercerita uring-uringan dihadapanku Tentang perasaanmu yang kalang kabut setiap kali bertemu
Tentang rindu-rindumu yang tertahan Tentang keinginanmu yang tak bisa tertuang sebab, kamu perempuan Tidak dan jangan memulai duluan, katanya

Kamu harap dia memiliki perasaan yang sama denganmu sehingga perasaanmu tidak perlu kamu bunuh satu persatu Kamu berandai bisa menjadi pendamping hidup yang menguatkannya bersandar dan bergantung kepadanya

Coba dengar Harapanmu sungguh setinggi langit Kamu tidak takut jatuh? Padahal dia atas awan sana sama sekali tidak ada pegangan?

Coba dengar Bila rasamu itu begitu jauh Bagaimana bila kamu membuatku jatuh cinta? Dan aku memiliki perasaan yang mirip seperti yang kamu miliki kepada orang lain Apa kamu juga akan diam saja?

Selalu sulit memahami posisi diri kita bukan? Bila kita tidak pernah mengalami keadaannya
Bagaimana? Aku membutuhkan jawabanmu. Dan kamu diam saja, membisu. Tidak percaya.

5. Puisi Suara Cerita - Pertemuan (Lalu untuk apa dipertemukan? Kamu hanya ujian bagiku)

PERTEMUAN
Kita mungkin tidak bersatu.
Tidak semua pertemuan itu menyatukan. Seperti pertemuan kita setiap hari pada orang yang berlalu-lalang. Hanya sekedar lewat, sedikit tegur sapa. Ku kira kita pun seperti itu.

Mungkin lebih sedikit. Karena kamu sempat berhenti dan menegurku yang seorang diri. Bertanya sedang apa dan apa kabar. Aku merasa terusik, tapi aku tidak masalah. Sebab kamu yang mengusik.

Tidak semua pertemuan itu menyatukan. Seperti bergantinya siang dan malam. Seperti pasang surutnya air laut. Hanya perasaanku saja aku ingin bersatu. Selamanya bertemu. Tidak mungkin, kan? Tidak pernah ada yang benar-benar tinggal tetap.

Sampai pada satu waktu aku menyadari. Kita memang hanya bertemu. Untuk sekedar tahu, bahwa di dunia ini kita tidak benar-benar seorang diri.

6. Puisi Suara Cerita - Padamu Terletak Takdir (Setiap langkah kaki ini, menuju padamu seseorang yang masih rahasia. wkwkwkwk)

Bisa saja aku menyalahkan semua kejadian yang aku alami hingga saat ini. Bisa saja aku mempertanyakan mengapa Tuhan mengujiku seperti ini. Memberikanku keadaan yang membuatku susah payah, memberiku keadaan yang membuatku bahkan sulit untuk membuat keputusan.

Dulu, aku meresahkan setiap langkah kaki yang ku buat. Setiap keadaan yang mengelilingiku seolah-olah mengerdilkan pikiranku tentang keadilan-Nya. Aku mempertanyakan sikap-Nya yang seolah-olah pilih kasih. Mengapa aku terus menerus diberikan kegelisahan dan kesedihan bahkan kegagalan, sementara orang lain bisa tertawa lepas diatas kebahagiaannya. Aku terus menerus murung dan sekali lagi mempertanyakan keadilan-Nya.

Dulu, aku merasa aku adalah orang yang paling tidak bahagia. Karena aku tahu, hampir semua yang aku harapkan selalu dipatahkan. Entah dipatahkan oleh keadaan, entah oleh orang lain, atau aku patahkan sendiri karena aku takut untuk membuat pilihan.

Sampai hari ini aku menemukan jawaban atas semua perjalanan itu. Mungkin, bila aku tidak mengalami itu semua. Aku tidak akan pernah bertemu denganmu. Bahwa dulu ketika setiap langkah kaki yang ingin ku ambil, selalu dibelokkan. Bahwa mungkin, bila satu saja harapanku di masa lalu itu terjadi, mungkin aku tidak akan berada di sisimu saat ini.

Adalah kamu, seseorang yang membuatku merasa menjadi orang paling bahagia hari ini. Seseorang yang membuatku mengerti bahwa setiap keadaan yang terjadi di masa lalu itu menggerakkan langkah kakiku mendekatimu. Sayangnya aku dulu tidak tahu tentang semua itu. Mungkin bila aku tahu waktu itu, aku akan dengan senang hati melangkah meski langkah itu terus menerus dibelokkan.

Mungkin saat ini Tuhan tersenyum-senyum melihat kita berdua. Dulu aku mencaci-Nya, mempertanyakan keadilan-Nya. Kini aku memuji cara-Nya menggerakkan makhluk-Nya. Termasuk menggerakkan langkahku ini. Karena aku menemukan jawaban itu kini, takdir itu ternyata terletak padamu.

7. Puisi Suara Cerita - Mana Ada Kamu di Rumahku (Ini yang palinggg banget gue suka)

Mana Ada Kamu Di Rumahku
Ku kira pertemuan kita berakhir di rumah. Sebuah rumah dengan genting merah dan lantai kayu. Dengan teriakan-teriakan kecil dari kaki-kaki kecil yang melangkah penuh tenaga. Berteriak menyebutmu mama dan memanggilku ayah.

Mana ada kamu di rumahku. Kamu hanya ada di pikiranku. Bahkan rumah itu pun hanya ada di pikiranku. Memang bahaya berangan-angan tapi aku seperti kecanduan. Menikmati pikiranku yang penuh bayang-bayang, nyatanya mana ada kamu di rumahku.

Suaramu seperti angin yang melewati dedaunan pohon. Melewati celah-celah dinding rumah-rumah. Dibawa angin kemanapun kaki melangkah. Membisikan dan mengatakan sesuatu bahwa kamu sedang menungguku di rumah. Nyatanya, mana ada kamu di rumahku.

Orang-orang sepertiku perlu di selamatkan. Dibangunkan dari tidurnya logika. Disadarkan bahwa kehidupan nyata menanti pembuktian kata-kata. Karena untuk membawamu ke rumahku membutuhkan banyak pembuktian. Bahwa aku tidak menjanjikan sesuatu yang tidak bisa ditepati dan aku bisa menunjukkan bahwa kata-kata laki-laki ini tidak berhenti sebagai angan-angan. Kamu suka diperjuangkan, kan?



Nah itulah kumpulan puisi dari suara cerita yang saya sukai. Kamu suka yang mana? Kalo aku yang ke 7, mana ada kamu dirumahku? hahahaha



Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Keep In Touch

Pengikut