Cari Sesuatu

Kalau senyum itu ibadah mengapa harus memakai cadar?


Kalau senyum itu ibadah mengapa harus memakai cadar?
Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh sahabat semuanya? Gimana kabarnya? Udah wekend nih, jangan lupa liburan biar terhibur atau gak melepaskan penat pekerjaan di kantor. Ya hiburannya yang positif lah, jangan sampai hiburan-mu membuat lupa atau menjauh kepada sang pencipta Allah SWT.

Beberapa hari yang lalu sempat viral Gita Savitri Devi, Seorang blogger/vlogger yang membuat video kontroversial tentang Agama dan Hijrah. Ya saya suka liat Gita sejak dia kuliah di Jerman dan belum menjadi youtuber. Kenal saat dia hanya menjadi blogger yang suka mengemukaan opini lewat tulisan. Inget banget tuh saya dengan namanya COOLYAH, VLOGnya Gitasav CS.

Memang sih saya agak greget sama pernyataan gitasav itu, tapi bukan itu yang mau saya bahas. Hari kemarin Facebook saya ramai dengan postingan yang topik utamanya "kalau senyum itu ibadah mengapa harus memakai cadar?" apalagi ditambah dengan postingan salah satu apalah gitu. Awalnya saya tidak ingin menanggapi hal tersebut. Namun difacebook saya ditag sama seorang temen, ya intinya bagaimana tanggapan saya mengenai hal tersebut. Pada akhirnya saya menanggapinya.

Jika senyum itu ibadah mengapa harus memakai cadar?

Kenali Batasan Aurat Bagi Wanita

Sebelum menanggapi pertanyaan tersebut, sebaiknya kita mengenali batasan-batasan aurat bagi wanita. Ada dua pendapat tentang batasan aurat bagi wanita yang pertama adalah yang mewajibkan dan yang kedua adalah yang tidak mewajibkan.

1. Pendapat wajibnya cadar
Orang yang memegang pendapat wajibnya cadar atau hijab bagi wanita berpandangan bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan didalam shalat saja. Adapun ketika diluar shalat maka seluruh tubuh wanita adalah aurat termasuk wajah dan telapak tangan.

Adapun pendapat mereka brdasarkan Al-quran dan sunnah.  Sebagaimana Allah SWT Berfirman:
"Jika kalian meminta sesuatu (Keperluan) kepada mereka(istri-istri Nabi), hendaklah kalian memintanya dari belakang tabir (hijab)" - (QS Al-Ahzab : 53)

Juga ayat selanjutnya...

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ahzab: 59)

Mereka berpendapat bahwa pada ayat ke 59, maksud mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh bermakna bahwa hndaknya wanita mngulurkan jilbab kesluruh tubuh mereka dan menutupi wajah dan kedua telapak tangan mereka.


dan Juga firman Allah SWT

“Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab:33)
Mereka berpendapat bahwa perintah Allah SWT kepada wanita agar tetap dirumah menjadi dalil wajibnya cadar.

Sebenarnya masih banyak lagi dasar yang menjadi wajibnya cadar dalam pandangan mereka.

2. Pendapat cadar tidak wajib
Pendapat yang kedua adalah bahwa cadar itu tidak wajib. Anda bisa membacanya pada postingan Dear Ukhty, Ketahuilah batasan auratmu ini atau kamu masuk neraka nanti.

Lalu mana batasan aurat wanita yang saya pegang? Yang saya pegang cadar itu tidak wajib, karena batasan aurat bagi wanita yang saya yakini adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Sayapun tidak melarang mereka yang menyebutnya / berpegangan / berpendapat sunnah maupun wajib.


Sedekah adalah ibadah, tak hanya sekedar dengan rupiah

Sedekah adalah amalan yang dianjurkan dalam islam, banyak keutamaan bagi yang bersedekah. Diantaranya:

"Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui". (QS. Al-Baqoroh: 261)

Sungguh indah dan nikmat memang orang yang senantiasa bersedekah harta bendanya. Banyak balasan yang akan didapatkan diakhirat kelak bagi mereka yang senantiasa bersedekah. Sedekah ini menjadi anjuran bagi setiap orang baik itu kaya maupun miskin. Namun nyatanya bagi orang yang tidak mampu secara ekonomi, sedekah itu sesuatu yang sulit.

Baca juga : Cadar VS Tidak Cadar, Mana yang Salah dan Masuk Neraka?

Kejadian tersebut juga terjadi pada sahabat Rasul...
“Sebagian sahabat Rasul pernah bertanya kepada Nabi SAW, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan pahala yang banyak. Mereka shalat seperti kami shalat, mereka juga puasa sebagaimana kami puasa, mereka juga bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sementara kami tidak bisa melakukannya).’ Rasulullah berkata, ‘Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesunggunya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap tahmid sedekah, setiap tahlil sedekah, setiap amar makruf nahi munkar juga sedekah, bahkan kemaluan kalian sedekah.’ Sahabat bertanya, ‘Apakah berpahala bila kami menyalurkan syahwat?’ Rasulullah menjawab, ‘Bagaimana pendapat kalian bila hal itu disalurkan pada jalan yang haram, bukankah berdosa? Demikian pula bila disalurkan pada jalan halal, maka akan mendapatkan pahala,’” (HR Muslim).

Dalam hadis diatas Rasulullah SAW menyebutkan banyak jalan/cara untuk bersedekah untuk orang yang mempunyai batasan ekonomi atau kekurangan harta. Selain itu ada sedekah yang sangat mudah untuk dilakukan, tanpa perlu mengeluarkan harta dan ‎tenaga. Sedekah itu ialah dengan “senyuman” ‎Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan ‎gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib‎.

Jadi sedekah itu tak melulu berkaitan dengan harta. Banyak jalan atau cara untuk bersedekah, salah satunya adalah dengan senyuman.

Kalau senyum itu ibadah mengapa harus memakai cadar?

Intinya banyak cara bersedekah, senyum salah satunya. Itu membuktikan bahwa agama itu tidak memberatkan. Jika tidak bisa bersedekah dengan harta maka bisa bersedekah dengan cara yang lain. Salah satunya dengan hal yang dianggap biasa yaitu senyum.

Baca juga : Wanita memang menggoda mata, lebih baik tundukan pandanganmu Akhi

Senyum hanya salah satu cara bersedekah yang paling mudah, senyum yang tulus dan ramah berpahala meskipun kamu tidak mengeluarkan harta sedikitpun. Senyum hanya salah satu jalan/cara untuk bersedekah saja.

Dalam perkara perbedaan jangan merasa apa yang dipegang adalah yang paling benar, sedang yang lain salah. Karena kita takkan pernah tahu mana yang benar mana yang tidak, bisa jadi keduanya benar.

Tentang cadar berlebihan atau tidak, toh mereka hanya menjalankan syari'at saja. Apakah berlebihan bagi mereka yang menjalankan syariat? Itu hanya keyakinan yang mereka pegang. Jangan jadikan Kalau senyum itu ibadah mengapa harus memakai cadar? sebagai senjata untuk menyerang mereka yang bercadar. Masih banyak cara bersedekah yang bisa mereka lakukan selain senyuman yaitu berbuat kebaikan-kebaikan yang lain.

Allahu a’lam.

Jika ada kesalahan penulisan atau kesalahan pandangan pemikiran bisa diberitahukan di kolom komentar ataupun langsung ke media sosial yang ada. Saya hanya sesorang yang fakir ilmu, terimakasih jika mau mengingatkan. Wassalam.


6 comments

avatar

Terimakasih postingannya. Kalau saya pribadi memang belum sampai pada tahap memakai cadar, tapi selama bisa tersenyum ... ya senyum saja hehehe.

Balas Hapus Komentar
avatar

Terimakasih telah berkunjung
Tutuplah auratmu dengan sempurna sampai batas aurat yang kau yakini.

Balas Hapus Komentar
avatar

jawaban nya gak memeberikan solusi,harusnya dijelaskan Pembelaan kepada yg bercadar biar argumen yg dikatakan diatas bisa terbantahkan...

Balas Hapus Komentar
avatar

terimakasih komentarnya, kebetulan saya gak memberikan solusi hanya berpendapat saja

Balas Hapus Komentar

Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Jika rangkaian kata tidak memberikan manfaat bagi yang mendengarnya, maka diam lebih baik. -Lupa sumber