Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung

Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Beberapa minggu yang lalu tepatnya di Bulan Agustus, saya mengikuti sebuah aksi kemanusiaan/masyirah di Kota Bandung. Aksi tersebut adalah aksi long march yang bertajuk 'Dunia Islam Berduka: Al Aqsha Terbelah dan Bumi 1.000 Masjid yang Terguncang (Lombok)'. Saya sendiri tahu aksi tersebut waktu masih di Tasikmalaya dari Postingan poster Akun Instagram Kasih Palestina.
Adapun isi postingan tersebut sebagai berikut

Al-Aqsha yang Terbelah & Bumi 1.000 Masjid yang Berguncang (Lombok)* Puluhan tahun disita, kini Al Aqsha tidak hanya dinodai. Al Aqsha telah diinjak-injak seenaknya oleh penjajah Zionis.
Jumat, 27 Juli 2018 Penjajah Zionis dengan brutal menyerang Jamaah Sholat Jumat di kiblat pertama muslim dunia itu. 
Sementara Al-Aqsha terus berjuang dari nista penjajah, Nusantara di rundung duka, bumi 1.000 Masjid di Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang musibah gempa menelan nyawa. 
Atas nama Islam dan kemanusiaan, tak seharusnya kita duduk diam sementara saudara muslim sedang bertahan dari penderitaan yang tak berkesudahan. 
✊ *Mari bersatu lakukan aksi nyata untuk Al-Aqsha dan Indonesia!* ✊
Ayo Ikut & Bergabung dalam *Aksi Long March* 📢
"Dunia Islam Berduka" 🗓 *Jum'at, 03 Agustus 2018*
🕌 *Start Masjid Pusdai -> BIP -> Finish Masjid Al-Ukhuwah*
⏰ *13.00 s.d selesai*

Setelah baca postingan tersebut saya langsung buka undangan ke Bandung dalam hal urusan kerja yang berbentuk file pdf di androidku. Dengan penuh kecemasan saya berharap waktu itu aksi solidaritas pas saya menghadiri undangan. Ya, benar saja saya pada tanggal tersebut akan berada dibandung sejak hari selasa untuk tugas kerja dalam agenda pertemuan di salah satu hotel.

"Pokoknya saya harus ikut..." kata saya didalam hati. Namun sayangnya agenda saya pada hari jumat sampai sore. Namun sejak saat itu saya berdoa agar saya bisa mengikuti Aksi dan memohon agar Allah Mengizinkan saya mengikuti aksi tersebut.


***

Ini adalah malam terakhir saya di Bandung dalam agenda pertemuan di salah satu hotel. Selepas mandi dan Shalat Maghrib saya dial 0 di Telfon untuk meminjam Al-quran ke pihak hotel. Kebetulan hari itu adalah malam Jum`at. Setelah mendapatkan Al-qur`an saya membacanya dengan khusyu, wajar saja karena ada keinginan. Ya, berharap akan ada keajaiban waktu itu agar bisa mengikuti aksi Bela Palestina.

Getar adzan di HPku menghentikan suara saya yang mengaji. Sesegera mungkin saya shalat isya sebelum mengikuti pertemuan pada malam terakhir di Aula Hotel. Setelah selesai shalat, saya menuju gedung A hotel menuju aula. Dalam fikiranku tak ada yang lain selain kata "Besok harus ikut Aksi", lalu langkah kakiku terhenti di salah satu kursi. Ah, semoga ada keajaiban.

Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Hari Terakhir di Hotel, Baca buku sebelum tidur


***

Jam 12 malam sudah berlalu, haripun sudah berganti menjadi hari Jum`at. Namun kesibukanku masih saja dengan tugas pekerjaan. Setelah selesai, tiap daerah dipanggil satu-satu per kelompok. Setelah daerah saya dipanggil, saya sadar bahwa uang duduk dibagikan saat itu juga ditengah malam yang sudah menuju pagi. Ini tandanya hari Jum`at gak ada jadwal alias free time. Ya, sayapun merasa bangga, akhirnya doaku terkabul.

***

Seperti hari-hari sebelumnya, setiap pagi saya menuju tempat makan untuk sarapan. Terlihat orang-orang sudah membawa tas untuk pulang. Namun saya dan teman-teman yang belum sibuk mempersiapkan kepulangan. Sayapun membawa makanan beserta jus, oh sungguh nikmatnya saat itu dalam suasana yang santai karena tugas di bandung sudah selesai.

Setelah selesai makan sayapun menuju kamar hotel untuk packing pakaian juga tak lupa menghitung uang duduk. Setelah kubuka isinya ya lumayan. Langsung saya kembali ke tempat makan hotel untuk pamit memisahkan diri dengan rombongan.

***

Hari jumat setelah dari hotel Kubuka aplikasi gojek di HPku, lalu kupesan gojek untuk mengantarku ke sebuah tempat di Kota Bandung. Tujuanku adalah Toko Buku Gramedia Bandung. Selang beberapa belas menit, sayapun sampai di Gramedia. Lalu kumasuki salah satu tempat favorite gw yaitu toko buku. Tujuanku sih jelas, yaitu membelanjakan uang duduk yang didapat semalam.

Setelah bolak-balik pulah pilih buku, sayapun membawa buku belanjaan ke kasir. Lalu saat mau bayar... oh my god... belanjaan sebanyak sekitar 500ribu lebih. Dengan penuh ketidak ikhlasan saya bayar buku-buku yang saya beli. Kebayang gak sih? Didompetku tersisa 30 ribu. Sedang ongkos pulang? Saya mau ke Batujajar mau main dulu bro, lalu setelahnya pulang ke Tasikmalaya. mau naik apa coba?

Saya benar-benar panik saat itu, ditambah waktu sudah jam 11 siang, mendekati waktu untuk shalat jum`at. Tanpa pikir panjang saya pesan gojek menuju tempat dengan kueri "BRI" untuk membawa uang dalam ATM. Setelah kudapat GOJEK abang Gojek pun mengantar saya menjuju Bank BRI disamping Masjid Raya Kota Bandung yang dekat dengan alun-alun.

Setelah mendapatkan uang, sayapun menuju masjid untuk shalat Jum`at. Ngomongin shalat Jum`at, untuk yang sedang dalam perjalanan diatas 60Km yang mana bermukim di Lokasi/daerah Tersebut kurang dari 3 hari maka tidak wajib untuk melaksanakan shalat jumat.

*******

Shalat Jum`at pun usai, haripun sudah siang. Perutku mulai terasa lapar berat namun berharap nanti masih bisa jajan di PUSDAI lagian sih Seharusnya saya shalat di Masjid PUSDAI, namun karena harus mengambil uang pada akhirnya shalat dengan lokasi yang dekat dengan ATM BRI. Mengapa harus di PUSDAI? Karena disana ada nyata untuk Al-Aqsha dan Indonesia. Oleh karena itu saya naik GOJEK ke PUSDAI dengan menempuh waktu selama kurang dari 15 menit. Tapi pas sampai sana, ternyata sudah tak ada siapa-siapa. Pas ditanyain ke pedagang ternyata peserta sudah brkumpul di depan Gedung Sate. Tak berfikir panjang, kali ini saya memilih jalan kaki karena jaraknya lumayan dekat.

Orang-orangpun sudah berkumpul di gedung sate Terlihat sudah beberapa orang berorasi. Saya langsung merapatkan barisan. Hal yang disayangkan adalah saya tidak membawa ikat kepala tauhid, bendera tauhid dan juga syal palestina.

Diacara ini saya bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai komunitas terutama komunitas pengajian dan himpunan mahasiswa Islam. Salah satunya adalah bertemu dengan saudara-saudara dari Komunitas Pemuda Istiqamah Bandung. Saya berbincang-bincang dengan mereka sebelum longmarch dimulai.

Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Peserta Aksi Mulai Memadati Dpan Gedung Sate. Dihadiri oleh komunitas kepemudaan Kota Bandung

Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Peserta Aksi mendengarkan orasi


Setelah semua orasi pembuka selesai dimulailah long march menelurusi jalanan kota Bandung. Saya lupa lagi lewat jalan mana dan tiba-tiba aja udah didepan Bandung Indah Plaza (BIP). Disini tokoh-tokoh melakukan orasi. Saya lupa lagi siapa saja yang berorasi karena aksinya udah lama banget namun baru ditulis bulan ini. Mohon maaf bradeur. Setelah semua orator selesai menyampaikan pesan, aksi pun dilanjut menuju tempat terakhir yaitu Masjid Al-Ukhwah.
Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Ust. Rahmat Baequni yang terkenal dengan Ustadz Akhir Zaman ikut berorasi didepan BIP

Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Peserta aksi mengacuhkan terik matahari. Memang panas, tapi lebih panas api neraka

Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Menuju titik terakhir, Masjid Al-Ukwah Bandung

Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Alhamdulillah, Masjid Al-ukhwah didepan mata

Alhamdulillah banget selama aksi gak terasa lapar, yang ada dimasjid terasa haus. Setelah cukup beristirahat lalu melaksanakan shalat Ashar sebelum main lagi ke Alun-alun kota Bandung. Sialnya pas udah salat saya mau pesan Gojek, eh hapenya mati. Kepaksa nanyain powr bank ke setiap org yang lewat. Alhamdulillah untung ada pekerja kantor yang beristirahat membawa power bank.

Setelah agak terisi akhirnya bisa juga pergi ke Alun2 pakek gojek. Seperti tukang ojek yang lain, abang gojeknya selain jadi supir dia juga jadi pemandu wisata. ngomongin ini itu tempat ini temat itu. Yang menghentikan ceramahnya adalah ban motor yang berhenti karena udah nyampe Alun2.

*******

Beberapa puluh menitpun berlalu, hari mulai sore, teringat dulu gak kebagian Bis Kota karena kemaghriban langsung aja naik bis kota menuju daerah Cimahi. Mengapa Cimahi? karena saya mau nginep dulu dirumah sodara daerah Batujajar.

Selama perjalanan saya berdiri sambil baca buku (Ini alasan kenapa kalo perjalanan harus bawa buku, org lain kalo naik kendaraan sama temennya jadi ada temen bicara. Lha kalo sendiri? Sama buku aja biar gak garing dijalan) terutama buku-buku yang baru dibeli. Oh ya, alhamdulillah ketika saya mengeluarkan buku beberapa penumpang di-Bis juga mengeluarkan bukunya ikutan baca juga.
Cerita Ikut Aksi Solidaritas Dunia Islam Berduka di Bandung
Baca buku di Bis Kota, masih sekitar Alun-alun Bandung


*******
Hari mulai gelap sudah beberapa puluh menit saya berdiri, pada akhirnya saya kebagian duduk juga karena berapa penumpang yang turun. Tak lama kemudian Maghrib berkumandang. Sebelumnya saya merequest Kondektur agar ditutunkan didaerah  &^&*%*&$ (lupa lagi) pokoknya mah Cimahi. Yangkulakukan saat itu cek jam dan google map karena takut kebablasan. Dan akhirnya kondekturpun memberitahukan agar saya bersiap2 turun dari bis, oh itu tandanya bberapa saat lagi nyampe dan benar saja.

Begitu turun melihat di persimpangan ada angkot jurusan cililin bahagia banget, apalagi pas naik langsung berangkat. Namun yang ku khawatirkan adalah shalat maghrib, tapi saya yakin banget masih keburu di Batujajar. Bberapa puluh menit kemudian sampelah dipasar batu jajar. Sialnya diturunkan dipertigaan karena mobilnya mau masuk kandang. Ah gak apa-apa itung2 meregangkan otot yang pegel.

Setelah jalan kaki selama 5 menit sampelah dirumah saudara saya. Alhamdulillah...,
Rencananya sih hari esoknya mau main  ke Boscha sendirian namun itu memerlukan waktu luang dan banyak uang. Pada akhirnya besok paginya saya pulang karena ada urusan dadakan.

Udah ah sekian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan yang gak jelas ini. Wassalam.



avatar

3o jurus mengubah nasib kira kira dijual gak ya di Gramedia? Pengen baca

delete 22/11/18 15:27
avatar

Hiks ... jadi iri kalau ada yang nulis Gramedia. Di sini tidak ada Gramedia :( belanja buku memang bikin kita jauh lebih kalap ... biasanya :p

delete 23/11/18 09:35
avatar

harus online, di gramedia belum pernah nemuin bukunya

delete 2/1/19 21:52
avatar

wah..., rumahnya dihutan ya?

delete 2/1/19 21:52

Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Keep In Touch

Pengikut