Berlangganan Melalui Email

Hal Yang Dibenci Akan Menjadi Keuntungan Bahkan Menghasilkan

Hal Yang Dibenci Akan Menjadi Keuntungan, Tergantung Bagaimana Cara Menyikapinya - cara mengolah sampah menjadi hal yang menguntungkan - ridous - blogger tasikmalaya
Saat itu saya sedang mau memasuki masjid. Seperti biasa saat memasuki halaman masjid saya lirik kanan kiri melihat-lihat siapa tahu ada sampah yang dibuang anak kecil sembarangan, jadi pas selesai shalat saya tahu disebelah mana sampah berada lalu nanti saya membawanya untuk dijadikan sesuatu yang menguntungkan.

Tapi sebenarnya saya gak suka banget saat melihat sampah berserakan, apalagi ditempat suci yakni Masjid. Tapi ya mau apa lagi yang membuang sampah kebanyakan anak kecil. Kasih tahu mereka? sudah dari dulu, memberi contoh? sudah dari dulu, bahkan saya pun komplain sama saudara saya yang menjadi gurunya agar dia memberi tahu muridnya untuk membuang sampah pada tempatnya khususnya dimasjid.

Tapi masalah sampah, kalo kamu melihat isi tas saya ataupun saku baju/celana saya kalian pasti menemukan minimal sampah bekas kemasan permen. Itu sudah menjadi kebiasaan saya, bahkan jika jogging disitu gede lalu beli makanan saya selalu membuangnya ke tempat sampah. Jikapun gak ada tempat sampah, saya akan membawanya hingga menemukan tong sampah. Tapi semuanya butuh proses kebiasaan, namun saya juga dulu kadang suka gak peduli sama sampah. Teringat waktu SMP setelah bermain Tenis Meja di Sekolah saya pernah dimarahin guru gara-gara masalah sampah. Waktu itu sehabis main saya minum air kemasan diluar ruangan. Karena didepan tong sampah kebanyakan cewe (mungkin cewenya juga termasuk sampah atau wadah sampahnya?) jadinya saya lempar itu sampah seolah-olah bola basket yang dimasukan ke ring. Tapi nyatanya sampah yang saya lempar mendarat dibibir tong sampah sehingga sampahnya jatuh kebawah, yang saya lakukan berlalu tanpa memungut kebali sampah. Sialnya didekat tong sampah ada seorang guru, dia langsung menegur dan memarahi saya. Oh DAMN...

Kembali ke permasalahan sampah di Masjid. Jika dulu aku suka mengeluh kalo dihalaman masjid banyak sampah yang dibuang orang sembarangan, sekarang alhamdulillah. saya mengubahnya menjadi keuntungan yang tak ternilai harganya. Bikin hand made? Bukan.... Dikilo sampahnya? Bukan juga... Dimakan? apalagi itu, bukan.... terus apa lagi?


Cara Mengolah Sampah Menjadi Sesuatu Yang Bermanfaat  dan Juga Menguntungkan

Mungkin sudah banyak orang yang mengubah sampah menjadi bahan bakar, mengolah sampah organik menjadi kompos, kerajinan tangan, ataupun mengubahnya menjadi gas. Tapi jangan bermimpi jika tak mampu mengolahnya. Karena kita akan memanfaatkan sampah yang ada dihalaman masjid, maka kita harus tahu apa saja sampah yang ada dihalaman masjid. Jika melihat jenis sampah yang ada di halaman masjid, rata-rata adalah sampah plastik. Terutama sampah plastik kemasan makanan dan juga botol plastik. Namun apakah limbah sampah tersbut bisa diolah? Tentunya ya bisa namun perlu keterampilan khusus.

Lalu bagaimana agar sampah mempunyai nilai yang menguntungkan tanpa keahlian? Ternyata simple saja, anda bisa mendapatkan beribu keuntungan hanya dari sampah yang jijik dan bau dari halaman masjid. yang perlu anda lakukan hanya 2 hal, yaitu memungutnya dan memasukannya ke tong sampah. Hah begitu doang? kalo caranya begitu doang mah namanya membersihkan halaman masjid. Tapi itu kata siapa? 

Ada dua alasan yang menjadikan saya yakin bahwa sampah bisa menghasilkan keuntungan yang banyak dan besar


PERTAMA....
Jika orang lain beramal dengan hartanya, saya selalu berharap sampah yang dipungut lalu dimasukan ke tong sampah bagaikan harta yang diamalkan kepada yang membutuhkan.
Anggaplah sampah itu harta, dan tong sampah itu manusia yang sangat membutuhkan pemberian. lalu setelah sampah dimasukan ke tong sampah, tong sampah mendoakan kebaikan-kebaikan layaknya manusia yang membutuhkan pemberian diberikan rizki oleh manusia.
Allah tidak membebani seseorang untuk berjihad dijalannya. Jika ragamu tak mampu, maka berjihadlah dengan hartamu. jika masih tak mampu, carilah kebaikan lainnya yang allah ridhai.

KEDUA...
Saya selalu mengaggap sampah itu dosa-dosaku. akan selalu ada setiap harinya meski sudah dibersihkan yang kecil-kecilnya, shalat juga tak cukup untuk mengimbangi atau menambah amalan. Jika saya membersihkan sampah ditempat yang diridhai, saya harap Allahpun membersihkan sampah-sampah dosa dari timbangan amalku kelak. Meski sampah kotor dan jijik, saya membersihkannya dengan harapan Allahpun tak jijik melihat dosaku lalu membersihkannya dengan keridhaan, keikhlasan, kecintaan dan senyuman.



Bagaimana, menguntungkan atau tidak? ini bisnis termudah yang menguntungkan lho! Lihat keuntungan jangan mengeluh, setelah saya melihat sesuatu yang diluar pandangan orang lain lihat saya selalu gak merasa risih jika banyak sampah yang dibuang anak-anak. Malah saya selalu senang dan berkata "Biar saya yang membersihkannya, semoga ini ladang amalan terbaikku. Karena amal itu bukan siapa yang paling banyak dan besar, namun paling baik dan ikhlas"

Nah bagaimana, tertarik tidak memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang menguntungkan ala Erid Ridous? Jika punya tips lain, silahkan deh berkomentar siapa tahu sangat bermanfaat bagi orang banyak.

Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Jika rangkaian kata tidak memberikan manfaat bagi yang mendengarnya, maka diam lebih baik. -Lupa sumber

Saya anggota dari komunitas...

Keep In Touch

Pengikut