Sebuah Puisi: Pakaian, Kita

Pakaian, Kita
Pakaian, ia adalah pakaian
Berwarna putih
Dipakai org setiap hari
Dalam menjalankan berbagai aktifitas

Pakaian, mereka saling sapa
Namun mereka malu untuk berkata
Hanya saling tatap, tanpa suara
Memandangi dan dipandangi

Kadang timbul tanya
Bagi pakaian yang kotor ia bertanya-tanya
Mengapa dirinya kotor, sedang yang lain terlihat bersih. Wangi pula?
Sedang bagi pakaian yang bersih ia bertanya
"Apa yang tuan mereka perbuat sehingga mereka terlihat kotor?"

Diantara kedua perbedaan, mereka mencari jawabannya masing-masing
Dalam sibuknya aktifitas
Pakaian yang kotor ia menyadari, Tuannya tak pernah membersihkannya saat ia terkena noda
Berbeda dengan pakaian yg bersih
Setiap ada noda saja, tuannya langsung membersihkannya
Menggosoknya sedikit bagian yang ternodai dengan hati-hati, Seakan-akan pakaian itu adalah raja

Sedang pakaian yang bersih ia bertanya
"Mengapa tuan mereka tak peduli tega membiarkannya terlihat kotor?"
Sebuah pertanyaan yang tak pernah terpikirkan oleh pakaian yang kotor
Mungkin saja karena hal tersebut menjadi hal yang biasa, sehingga pakaian kotor sudah enggan untuk menanyakan hal tersebut.

Setiap pakaian ingin terlihat bersih rapih dan wangi
Mereka menyadari dirinya masing-masing
Apakah ia terlihat kotor atau bersih
Sehingga apakah tuannya akan membersihkannya dengan sikat yang mempunyai ujung yang tajam yang akan menusuk-nusuknya?
Juga dengan detergen yang akan membuat dirinya panas?
Atau apakah cukup dengan menggantungkannya dilemari karena tidak bernoda dan wangi?
Semua dilakukan agar terlihat bersih kembali untuk esok hari

Itulah pakaian, bersih dan kotor tergantung tuannya
Namun jika pakaian itu kotor tuannya enggan untuk memakainya,
tuannya memilih pakaian yang lain yang terlihat bersih
Padahal karena tuannyalah bersih dan kotor itu bergantung

berbeda dengan manusia
Apakah manusia itu bersih atau kotor
yang tahu hanyalah tuhan
dan juga dirinya masing masing

Manusia sadar diri, apakah ia bersih atau kotor
Namun bersih atau kotor penuh noda itu bergantung pada dirinya sendiri
Bukan seperti pakaian yang bergantung pada tuannya

Manusia mengurus dirinya masing-masing
kelak manusia juga akan bertemu dengan hari esok
Hari esok saat kita akan dihadapkan kepada tuhan

Kita adalah tuannya pakaian
Jika kita enggan melihat, menyentuh, menggunakan pakaian yang kotor
Tuhan kita juga sama enggan melihat, menyentuh kita yang kotor
Harus dibersihkan dahulu...

Jika pakaian yang kotor dimasukan kedalam wadah yang berisi detergen
manusia yang kotor akan dimasukan kedalam neraka yang berisi api yang sangat panas
itu agar manusia terlihat bersih, sebelum menghadap tuhannya juga memasuki jannahnya

Manusia tahu kenapa dirinya bersih atau kotor
Semua bergantung perliaku dan sikap kita
Jika yang tidak mampu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya
maka ia akan kotor

Namun ada saja debu atau kotoran yang menempel sehingga terlihat kotor
Jika sebuah pakaian,
tuan yang baik akan membersihkan pakaian tersebut saat itu juga
sehingga nodanya mudah dibersihkan
Jika manusia
Ia akan menghapus noda-noda kecil itu saat itu juga, sehingga noda kecil dalam dirinya terhapus

Lalu layakkah kita kesurganya atau harus dibersihkan dahulu diatas bara api neraka? Hanya tuhanlah yang tahu



Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Keep In Touch

Pengikut