Belajar dari kesalahan dan Cerita Perjalanan Ke Bandung

Belajar dari kesalahan, karena jika saya SALAH saya membenci diri saya sendiri. + Perjalanan Ke Bandung Melamar
Belajar dari kesalahan, karena jika saya SALAH saya membenci diri saya sendiri. + Perjalanan Ke Bandung .Beberapa minggu yang lalu saya ke Bandung untuk mengikuti salah satu kegiatan. Esoknya saya pulang, dari salah satu kantor didaerah Pasir Kaliki menuju Terminal menaiki angkot. Diperjalanan tersebut adzan ashar berkumandang. Tapi saya yakin saya bakalan shalat saat waktu istirahat perjalanan bis.

Ternyata saya salah, nyatanya saya menunggu bis dari jam tiga sore lebih sedikit sampai jam setengah enam. Saya gak nyadar belum shalat, hanya ada kecemasan menunggu bis yang tak kunjung datang.
Lalu saya menaiki bis, baru saja beberapa langkah bis berjalan adzan maghrib berkumandang.
Saya membencinya, mau shalat dimana? sedang sayapun meningggalkan ashar. Hanya bisa menangis dalam hati, resah terus menatap jendela sepanjang perjalanan. Mengapa? tanyaku dalam hati.

Seharusnya saya mencari tempat ibadah untuk shalat bukan mengunggu bis.
"Ya Alloh Saya Khilaf, maafkan aku karena urusan dunia aku melupakanmu" terus kuucapkan dalam hati sepanjang perjalanan sambil menatap keluar.

Saat hendak menuju daerah Gentong ada momen tak terlupakan. Mengubah resah menjadi senyuman. Karena saya terus menatap keluar saya hanya melihat bentuk awan-awan. Awalnya bentuk awan itu tak karuan, beberapa saat kemudian awan itu berbentuk lafadz "ALLOH" jelas terlihat. Membuatku benar2 menangis meneteskan sedikit air mata.

Saya melihat orang-orang dibis mereka tak mengetahui bahwa diluar jendela ada awan yang indah. Senyuman, saya hanya tersenyum. Awan itu mengubah resah menjadi senyum. Bukankan Alloh SWT berkehendak atas segala sesuatu?

Saat itu pula aku berfikir "MUNGKIN ALLOH MENGUJI APAKAH AKU AKAN SHALAT DULU ATAU NANTI DIPERJALANAN? " dan nyatanya aku gagal sehingga ia mengujiku lebih membuatku menunggu bis berjam-jam, berpanas-panasan.

Ya, aku gagal saat ia mengujiku sehingga ia pantas murka padaku. Aku akan menjadikan ini sebagai pelajaran...

The End
**** *******

Hari kemarin saya pergi ke Bandung untuk mengikuti undangan tes kerja. Saya sampe Bandung sekitar jam 11 kurang. Lalu naik bis menuju Jl. Soemantri sekitar jam setengan 12 lebih. Sesampainya dikantor sekitar jam 1 lebih sedikit.

Saya menaiki tangga. Bingung mencari tempatnya. Saat saya hendak menelpon mbak Fera, ternyata ia didepanku.
"Mas Ridwankan?" tanyanya.
"Ia, mbak..." jawabku.
"Ayo masuk ruangan itu." Kata mbak fera sambil berjalan.
"Tapi boleh kan shalat dulu? Saya dari tadi mencari mushola disini." Saya menolak masuk ruangan sebelum shalat.
"Itu mushola didepanmu, ayo masuk dulu terus simpan Tasnya lalu sholat. Boleh kok sholat dulu." Kata Mbak Fera.
 Lalu aku masuk ruangan dan menyimpan tas lalu pergi meninggalkan ruangan sambil bilang
"Aku sholat dulu ya mbak"

**** *******
Saat itu aku selesai mengikuti beberapa tes di salah satu kantor yang dulu namanya ku kenal. Namun baru kali ini ku tahu alamatnya. Akupun pergi meninggalkan ruangan dimana ada 3 orang yang kutinggalkan. Salah satunya mbak Fera.
Lalu kulihat jendela hujan turun begitu deras. Namun aku ingat ada kantin yang menjual indomie rebus, saya memesan indomie goreng pakek telor. Saat menunggu pesanan datang kuliahat jam di HP-ku. 

"Gilaaaa jam setengah empatttt" teriakku dalam hati.
Ah, tanggung makan dulu. Lalu aku fokus ke hujan lagi. Saya duduk dibalokon kantor menikmati hujan. Kulihat kejalan jalanan gak seramai sebelum saya memasuki kantor.

"Ah manusia, sama hujan aja takut" Bisikku dalam hati.

Karena tempat yang saya duduki sebelumnya diduduki orang lain sambil membuka leptopnya. Siapa peduli sama hujan? nikmati aja seni yang indah ini. lalu aku update status di facebook
Dikirim oleh Erid Ridous pada 29 Agustus 2017



Setelah saya makan mie, kunikmati hujan bersama teh panas. Sesekali saya mendengar orang-orang yang mengeluh "Hujan nih...". Huh, dasar sama hujan aja ngeluh. Mengapa harus mengeluh sih? bukannya lebih baik menikmatinya daripada mengeluh? Seharusnya saya yang mengeluh karena perjalanan pulang ke Tasikmalaya tertunda.

Setelah benar-benar cukup, saya kembali ke mushola untuk menegakan shalat Ashar. Setelah shalat kulihat ada orang yang mewawancaraiku. "Mari mas saya pulang dulu..." sapaku padanya sambil menuruni tangga.

Lalu saya berjalan hujan hujanan menuju halte yang tepat didepan UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA untuk menunggu Bis Kota.

"Dalam sebuah perjalanan yang tertunda, ataupun menunggu sesuatu hal maka kamu akan berbincang sama orang yang tak dikenal" itulah petuah saya.

Saya pun berbincang dengan orang-orang yang ada dihalte. Ada 3 orang semuanya adalah driver ojek online. 2 orang driver Grab yang satu driver GOJEK. Saya lebih banyak berbincang dengan bapak-bapak.

"Haduh dicancel sama client sama anak sini." Kata bapak-bapak
"Dicancel ditempat penjemputan? haha bagus tuh pak. Sabar aja, itu ujian kesabaran" Kataku kepada bapak-bapak.
"Iya nih saya kesel, mana ujan-ujanan lagi. Dia bilangnya gak jadi hujan..." Katanya
"Dibikin bete malah bikin bete pak. Sabar aja nikmati hujannya. Hujan itu seni lho irama alam. Eh pak Bandung Suka Hujan Sekarang?" Kataku
"Baru kali ini. Makannya banyak orang gak bawa jas hujan. Semuanya gak nyangka bakalan hujan karena tiap hari mendung tapi gak pernah turun hujan. Kamu kuliah disini?" Kata bapak-bapak.
"Engak saya melamar kerja pak." Jawabku
"Di Maranatha?" Tanyanya lagi.
"Bukan, disalah satu perusahaan. Tapi proses tesnya sama Geeks Farms" Jawabku.

Diapun bercerita banyak terutama tentang pekerjaanya, Kegiatan Grabnya juga menceritakan anak-anaknya yang kuliah di ITB, yang di POLBAN juga yang dikedokteran. Saya hanya membayangkan pengeluaran bapak itu untuk kuliah anaknya. Gilaaa semua itu kampus ternama.

Hujan reda, 3 orang tadi pergi meninggalkanku sendiri dalam HALTE. Keriuhanpun menjadi sunyi, hanya jalanan yang berubah menjadi ramai.

Kulihat jam sudah menunjukan setengah enam, saya lupa mau shalat di Mesjid Raya Bandung. Lalu ku install aplikasi GOJEK. Karena saya suka GOJEK. Seharusnya sih ada pilihan dalam aplikasi client gojek. Saat itu saya membayangkan bagaimana kalo drivernya cewe? ah bahaya. Duduknya deket takut drivernya ketinju yang panjang, megang perutnya apalagi, megang dadanya bisa bahaya, bersandar kebahunya nanti diminta uang tambahan.

Seharusnya sih ada 3 pilihan untuk siapa yang menjadi drivernya bagi client. Drivernya juga harus ada menu opsi jenis kelamin client:
1. Semua jenis kelamin
2. Pria Saja
3. Wanita Saja
Sehingga kan yang apik banget gak berduaan sama yang bukan muhrim.

Sayapun memesan GOJEK setelah terisntall, tak lama kemudian drivernya datang.
"Ke mesjid agungnya apa alun-alun?" tanyanya driver
"Mesjid mau sholat maghrib bentar lagi adzan" jawab saya
"Gak akan sampe soalnya macet. gak apa-apa kan?" tanyanya.
"Jadi masbuk juga gak apa-apa. Solat sendirian juga gak apa-apa yang penting bisa sholat" Jawabku

Lalu ban motor pun berputar menyapu jalanan yang basah oleh hujan. Sepanjang jalanan driver GOJEKnya gak bisa berenti bicara, udah kayak pemandu wisata. beberapa puluh menit kemudian sampe. gak di Mesjid Agungnya sih karena jalannya macet.

"mas disini gak apa-apa?" Tanyanya
"Gak apa-apa, kan saya yang milih berhenti disini" Jawabku
"Iya mas dijalan ini tempat cuci mata" Celotehnya
"hahaha. Berapa?" tanyaku
"Dua Tiga" Jawabnya

Lalu sayapun membayarnya. Tak lupa memberikan rating, saya kasih 5 bintang. Setelah itu saya berjalan cepat menuju Mesjid. Ah gila semua orang duduk berdua yang di bangku juga yang ditaman. lalu saya memasuki Mesjid dan menegakan shalat. kulihat jam menunjukan pukul dimana Isya bentar lagi berkumandang. Namun saya putuskan nanti dirumah.

Sayapun keluar Mesjid mencari makanan. Ah, gak ada PKL ternyata. Biasanya juga ada. Setelah gak dapet makanan kuputuskan pulang. Sebenarnya inti cerita keBandung kemarin dibawah ini.

Sayapun membawa tas yang disimpan kepenitipan barang. Setelah itu saya menaiki bis yang ada tulisan CICAHEUM. Karena saat itu juga ada yang bilang CICAHEUM. Saya baru sadar ini beda jalan. Ternyata ini yang ke daerah anu dulu, yang jadi masalah bukan itu. Ternyata bisnya udah selesai beroprasi. Ah gila, lalu aku naik Angkot cicaheum dan balik lagi ke jalur Mesjid Raya. Kulihat jam udah setengah delapan. ah, coba saya solat dulu.

Melakukan kesalahan lagi, lalu dihukum lagi. Bagiku ini adalah hukuman tuhan terhadapku yang lalai, kenapa gak menunggu Isya dan menegakan shalat awal waktu?.

Sampe terminal setenga sembilan. OK FIX gak ada BUDIMAN.
"A, kamana?" tanya orang
"Tasik, aya keneh nu katasik?"
"Tuh jurusan purwokerto jalur Tasik" Katanya

Sayapun naik Bis tersebut dan sepanjang perjalanan saya berbicara dalam hati
"lagi, lagi melakukan kesalahan sehingga pantas tuhan murka padaku." Bisikku

Ya, benar saja ditambah macet di Cibiru. Ah... Pasrah aja. Saya gak tidur sebelum memasuki Tasik, sesampainya didaerat tasikmalaya baru saya bisa tidur. Dan terbangun saat Bis berbelok ke jl. yang menuju terminal. Ah, jam satu lebih...

**** *******

Kesalahan-kesalahan saat telat shalat dan terkadang saya pernah menginggalkan shalat. Jujur saja saya pernah meninggalkan shalat.

Saya teringat pertama kali nonton konser, saat itu Payung Teduh menyapa Kota Tasikmalaya di Gedung Kesenian Dadaha Tasikmalaya pada tahun lalu. Untuk dhuhur saya shalat dimesjid kampung saya. Untuk Ashar? Itu pas break time sebelum Payung teduh main.
"Woy Ashar dimana nya? Bisa kaluar heula teu nya." Tanyaku kepada teman.
"Teu bisa jiganamah wan..." Jawabnya.
"Ke we di lembur, jam 5 ge bubar jigana" tambahnya

Ternyata salah, Payung Teduh konser hingga matahari terbenam. Begitu baru sampai di Jl. Hz. Adzan Maghrib berkumandang. Ah sialan gara-gara dunia.

**** *******

Saya pernah update bola itu haram, tapi gak selamanya haram dan bisa menjadi haram disuatu waktu. Teman saya yang pesantren membantahnya. Lalu saya jelaskan kenapa sepak bola itu haram.

Saya pernah menonton bola di TV larut malam, hingga saya kesiangan. Shalat shubuh? lewat. Saat itu saya bertanya-tanya mengapa harus kesiangan. Ya karena sepak bola. Tapi mengapa sampai kesiangan? karena jadwalnya tengah malam. Oleh karena itu jika saya tidak yakin ada pertandingan sepak bola tengah malam dan akan menyebabkan kesiangan, maka sepak bola itu haram bagiku.

Sepak bola bisa menjadi haram jika akan mengakibatkan kita lupa akan kewajiban. karena saya suka kesiangan kalo laga malam, ya nontonnya juga jadi haram. Ini namanya meninggalkan akhirat karena urusan duniawi, ya.

Saya juga kalo main sepak bola dilapangan sama temen sekampung kalo udah setengan enam suka minta bubar. Ya, biar bisa berjamaah.


Intinya tulisan ini, ya manusia itu tempatnya salah. Belajarlah dari kesalahan. Jika salah mengaku jangan ngeyel. Kalo saya berbat salah terkadang saya membenci diri sendiri, itulah mengapa saya selalu belajar dari kesalahaan terutama dari hal-hal diatas.



Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Keep In Touch

Pengikut