Tetesan air hujan kala senja menyapa

Ditempat yang sunyi berukuran 5 X 5 meter jauh dari kebisingan, siang menjelang sore saya melihat seseorang wanita berumur sedang berdoa. Saya melihat dari balik kaca pintu sambil browsing dengan leptopku. 

Tak lama kemudian adzan ashar berkumandang, sayapun pergi kemesjid untuk menegakan shalat. Setelah selesai shalat saya kembali lagi ke tempat semula sambil menyalakan lagu-lagu kesukaanku. Kukencangkan volume suara leptopku. Lalu perhatianku kembali lagi kepada wanita tadi. Dia sedang khusyu berdoa sambil meneteskan air mata. Saya melihat begitu deras air mata yang keluar dari matanya. Air mata tersebut jatuh menetes membasahi pipinya. Namun saking dia sedang menangis, kebanyakan air matanya terjatuh langsung ke tempat sujudnya. Seakan-akan ia sedang menemani hujan yang turun disore hari sedari tadi siang.

Lalu saya mengecilkan volume suara leptopku sambil sedikit pindah posisi agar saya tidak melihat aktifitas Ibu tadi. Namun tetap saja ada suatu hal yang menggangguku. Selama saya berdoa maupun shalat saya belum pernah sampai meneteskan air mata. Selama ini saya tidak pernah menangisi dosa-dosa yang telah kuperbuat.

Saya hanya bertanya-tanya apa yang sedang ia doakan sehingga ia menangis. Haruskah sambil meneteskan air mata?

Beberapa lama kemudian ada anak ABG menuju tempat dimana ada seorang ibu berdoa. Kedatangan mereka mungkin mengganggunya. Tidak lama kemudian iapun keluar dari tempat dimana ia sedang bersujud. Lalu ia menyapaku dan temanku yang lain saat ia hendak turun.

Hujanpun reda, sayapun pulang menuju rumah. Namun saat saya baru menuju gerbang, saya melihat dari seberang jalan ibu tadi menunggu angkutan umum. Ia menunggu angkot sambil menggoyangkan mulutnya. Ya, saya tahu ia sedang berdoa. Berdoa sambil menunggu angkutan. Saya tahu apa yang ia ucapkan dari mulutnya saat ia menggu angkot..., ia sedang membaca "Asmaul Husna".

Sepanjang hari aku bertanya-tanya apa yang ia ucapkan dalam doa, apa yang ia pinta? Sepanjang saya berdoa saya belum pernah meneteskan air mata sederas hujan disore hari kala itu...




Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Keep In Touch

Pengikut