Anami : Pagi Kelabu / Sebuah cerita fiksi

Anami : Pagi Kelabu
Diselatan kota Jakarta, garis polisi terpasang disebuah rumah mewah. Terlihat sekerumunan pers dari berbagai media, kamera dimana-mana, wartawan sibuk dengan kertas dan pensilnya, masyarakat juga tak ketinggalan ikut berkerumun, petugas forensik sibuk mengidentifikasi jenazah, sekelompok petugas menyisir Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan Anjing pelacaknya, begitu juga para petugas kepolisian lainnya yang sibuk menertibkan para pengejar berita agar tidak memasuki TKP.
Didalam sebuah kamar terlihat sepasang mayat tanpa pakaian dengan lumuran darah yang hendak dimasukan kedalam kantong jenazah. Sedangkan di lantai bawah, terlihat benda-benda yang pecah dan tidak beraturan tanda adanya perlawanan dari korban. Didekat meja terlihat darah yang membasahi karpet yang harganya terlihat mahal, dan juga sepasang mayat dengan luka yang sama pada mayat sebelumnya. Namun bedanya, pasangan mayat ini terlihat lebih tua dan berpakaian.

Pagi itu perumahan mewah dikejutkan dengan tragedi pembunuhan yang menimpa satu keluarga. Dibelakang rumah, terlihat POLDA METRO mengadakan konferensi pers terkait tragedi yang terjadi. Kilatan kamera menyinari wajah petugas polisi yang berdiri dikelilingi para pencari berita,  begitu juga wartawan yang telah bersiap menulis apa yang diucapkan petugas polisi tersebut.

"...Berdasarkan fakta yang diperoleh dari saksi mata, motif pembunuhan satu keluarga ini adalah kecemburuan seorang pria terhadap Verronica Azalia, putri dari Bapak Santoso Wahab Purnomo. Kami mendapatkan satu-satunya tersangka yang merupakan mantan kekasih dari Veronica. Saksi mata melihat saudara William Rezeki hendak berkunjung kerumah Verronica pada pukul delapan malam. Diperkirakan William melihat Verronica yang sedang berhubungan intim didalam kamar dengan orang lain yang identitasnya belum diketahui sehingga membuat tersangka cemburu dan nekat membunuh Verronica dan teman kencannya. Naaasnya Pak Santoso, Nyonya Rosita Tahela istri dari Pak Santoso dan putri bungsunya yang masih berumur 4 tahun pulang kerumah dan memergoki tersangka sehingga mereka jadi sasaran pembunuhan. Namun kami belum menemukan putri bungsu Bapak Santoso yang bernama Carolina Alila Wahab. Carolina diperkirakan masih hidup dan ada bersama pelaku pembunuhan. Kami akan terus mencari pelaku dan juga menyelamatkan nyawa Carolina. Carolina adalah prioritas kami, kami akan membawanya pulang dengan selamat dan tentu saja akan menangkap satu-satunya tersangka yang diperkirakan adalah pelakunya".

Tepukan tangan terdengar menutup pidato petugas polisi tersebut. Lalu terlihat kawanan pers sudah bersiap menerkam petugas polisi yang berpidato dengan sejuta pertanyaan.
Ditelevisi, kejadian tersebut menjadi sajian utama berita Nasional. Mengalahkan berita-berita politik yang memanas. Dikoran-koran terlihat wajah seorang anak yang wajahnya cantik dan rambutnya terusus yang diketahui namanya adalah carolina, anak dari korban pembunuhan yang menjadi saksi atas kejadian pembunuhan tersebut yang masih belum ditemukan oleh pihak kepolisian.

******* TO BE CONTINUED *******




Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

 

Keep In Touch

Pengikut